Abstract :
Latar Belakang: Pengguna komputer secara global, sekitar 45 sampai 70 juta
orang menggunakan waktunya untuk melihat tampilan komputer. Di Amerika
Serikat, terdapat 150-200 juta penduduk terkena dampak CVS. Prevalensi CVS
sebesar 66,8% pada pekerja bank Jateng, RSI Sultan Agung dan RSUP dr.
Kariadi. Computer Vision Syndrome (CVS) adalah sekumpulan gejala pada mata
dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer yang berlebihan. Kejadian
CVS dapat mengakibatkan kerusakan mata dan dapat mempengaruhi kenyamanan
pekerja dalam menggunakan komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision
Syndrome (CVS) pada karyawan di Rumah Sakit Banyumanik.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan
desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah karyawan Rumah Sakit Banyumanik. Sampel
penelitian ini adalah 30 karyawan yang menggunakan komputer menggunakan
teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner,
wawancara, dan pengukuran. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji
Fisher?s Exact.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan usia (p= 0,427),
jenis kelamin (p=0,461), lama kerja (1,000), jarak mata (p= 1,000) dengan
keluhan CVS. Dan terdapat hubungan masa kerja (p= 0,028) dengan keluhan CVS
pada karyawan di Rumah Sakit Banyumanik.
Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan keluhan computer vision
syndrome pada karyawan di Rumah Sakit Banyumanik adalah masa kerja di depan
komputer. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan keluhan computer
vision syndrome adalah usia, jenis kelamin, lama kerja, intensitas pencahayaan,
dan jarak mata ke monitor.
Kata kunci: Keluhan CVS, usia, jenis kelamin, masa kerja, lama kerja, intensitas
pencahayaan lokal, jarak mata ke monitor.