Abstract :
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO), kejadian kelelahan
mata (astenopia) adalah 40-90% pada tahun 2014. Menurut WHO, 285 juta orang
atau 4,24% dari populasi dunia menderita gangguan penglihatan dalam bentuk
pengurangan penglihatan/ketajaman penglihatan dan kebutaan yang buruk 246 juta
orang atau 65% dari populasi mengalami low vision. Kelelahan mata yang disebabkan
oleh stres intensif pada fungsi tunggal dari mata. Kelelahan mata dapat berdampak
bagi pekerja menurunnya produktivitas kerja. keluhan kelelahan mata dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu pekerjaan, individu, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan
mata pada pekerja batik tulis di Desa Pilang , Kecamatan Masaran, Kabupaten
Sragen.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah semua pekerja batik tulis di Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Kabupaten
Sragen sejumlah 55 pekerja. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 33 pekerja yang
didapatkan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui
kuesioner, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan fisher excact.
Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia
dengan keluhan kelelahan mata (p=0,430), tidak ada hubungan intensitas
pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata (p=0,714), ada hubungan antara jarak
mata ke obyek dengan keluhan kelelahan mata (p=0,022), ada hubungan antara masa
kerja dengan keluhan kelelahan mata (p=0,027), tidak ada hubungan antara lama
kerja dengan keluhan kelelahan mata (p=0,696).
Simpulan : kelelahan mata pada pekerja berkaitan dengan faktor jarak mata ke
obyek, masa kerja dan tidak ada kaitannya dengan usia, intensitas pencahayaan dan
lama kerja.
Kata Kunci : Tingkat pencahayaan, jarak mata ke obyek, keluhan kelelahan mata.