Abstract :
Latar belakang: petani yang bekerja di ladang menggunakan pestisida untuk
mengusir hama sebagai salah satu penyebab penyakit tanaman sayur yang warga
Desa Losari tanam. Paparan pestisida terhadap petani dapat menyebabkan
timbulnya gejala subjektif keracunan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan gejala subjektif
keracunan pestisida petani Desa Losari Kecamatan Sumowono.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain analitik
observasional dan memakai pendekatan cross sectional. Besar sampel yang
digunakan dalam penelitian ini berjumlah 85 sampel. Teknik yang digunakan
dalam mengambil sampel adalah teknik non probability sampling dengan metode
insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner gejala subjektif
keracunan pestisida dan perilaku pengelolahan pestisida. Analisis bivariat
menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil:. Hasil uji Chi-Square mneunjukan tidak ada hubungan yang signifikan
antara penggunaan APD (p = 1,000), frekuensi penyemprotan (p = 0,148), masa
kerja (p = 0,303), lama menyemprot (p = 0,387). Bila nilai p-value dibandingkan
dengan nilai ? yakni 0,05 maka nilai p-value > 0,05.
Simpulan: Pada analisis faktor-faktor yang diteliti seperti penggunaan APD,
masa kerja, lama penyemprotan, dan frekuensi penyemprotan tidak ada hubungan
yang signifikan dengan gejala subjektif keracunan pestisida.
Kata Kunci: Pestisida, Gejala Keracunan Pestisida, Faktor Risiko