Abstract :
Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk vektor aedes
aegypti. Kasus DBD di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 108.303 kasus dan 747
kematian, sedangkan tahun 2021 jumlahnya menurun menjadi 73.518 kasus dan
705 kematian. Provinsi Jawa Tengah memiliki angka kematian Case Fatality Rate
(CFR) tertinggi urutan pertama di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 2,71%.
Kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat dapat memberikan
peluang yang besar dalam penyebaran penyakit, munculnya vektor terjadinya DBD.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kondisi lingkungan fisik
rumah pada penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan
Ambarawa Tahun 2022.
Metode :Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode observasional deskriptif
dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 46 penderita
DBD yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dengan wawancara, observasi, dan pengukuran pada lembar observasi. Analisis
data menggunakan analisis univariat yang diinterpretasikan dengan distribusi
frekuensi.
Hasil : Rumah responden penderita DBD dengan kondisi langit-langit tidak
memenuhi syarat 19 (41,3%), sedangkan yang memenuhi syarat 27 (58,7%),
kondisi dinding tidak memenuhi syarat 4 (8,7%), sedangkan yang memenuhi syarat
42 (91,3%), kondisi lantai tidak memenuhi syarat 7 (15,2%), sedangkan yang
memenuhi syarat 39 (84,8%), tidak adanya keberadaan jendela kamar tidur 7
(15,2%), sedangkan ada keberadaan jendela kamar tidur 39 (84,8%), tidak adanya
keberadaan jendela kamar ruang tamu 1 (2,2%), sedangkan ada keberadaan jendela
ruang tamu 45 (97,8%), luas ventilasi yang tidak memenuhi syarat 33 (71,7%),
sedangkan yang memenuhi syarat 13 (28,3%), luas lubang asap dapur tidak
memenuhi syarat 37 (80,4%), sedangkan yang memenuhi syarat 9 (19,6%), tingkat
pencahayaan tidak memenuhi syarat 22 (47,8%), sedangkan yang memenuhi syarat
24 (52,2%).
Kesimpulan : Responden di Wilayah Kecamatan Ambarawa kondisi fisik rumah
masih ada yang tidak memenuhi syarat, sehingga dapat berisiko DBD.
Kata Kunci : Lingkungan fisik rumah, DBD