Abstract :
Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue disebabkan karena vektor nyamuk Aedes
Aegypti dan Aedes Albopictus. Kasus DBD di Indonesia tercatat pada tahun 2021
terdapat 73.518 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 705 kasus dengan CFR
0.96%. Pada tahun 2021 Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan angka
kematian tertinggi nomor satu akibat DBD dengan CFR sebesar 2.71%. Kejadian
DBD dipengaruhi oleh kepadatan jentik yang berdampak terhadap padatnya populasi
nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Breeding Places
dan Resting Places dengan kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa Kabupaten
Semarang. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain
analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Pengambilan sampel
menggunakan teknik Purposive Sampling dan diperoleh sampel sebesar 92 responden
dengan 46 kasus dan 46 kontrol. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan
observasi dengan instrumen lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisis dengan
menggunakan uji fisher exact. Hasil : frekuensi Breeding Places tidak memenuhi syarat pada kelompok kasus
sebesar 4,3% dan yang tidak memenuhi syarat pada kelompok kontrol sebesar 2,2%
Sedangkan frekuensi Breeding Places yang memenuhi syarat pada kelompok kasus
sebesar 95,7% dan yang memenuhi syarat sebesar 97,8%, frekuensi Resting Places
tidak memenuhi syarat pada kelompok kasus dan kelompok kontrol sebesar 95,7%
Sedangkan yang memenuhi syarat sebesar 4,3%, Tidak ada hubungan antara Breeding
Places dengan kejadian demam berdarah P=1,000, Resting Places dengan kejadian
demam berdarah P=1,000. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara Breeding Places dan Resting Places dengan
kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.