Abstract :
Latar Belakang :Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan
oleh infeksi virus Dengue. Kasus DBD di Indonesia tercatat pada tahun 2021 terdapat 73.518
kasus DBD dengan jumlah kematian sebanyak 705, kasus. Secara Nasional IR DBD Tahun
2021 mengalami penurunan dari 40 kasusturun sebesar27 kasus pada tahun 2020 per 100.000
penduduk, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan target nasional sebesar ?49 per
100.000 penduduk. Sarana sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat dapat
mempengaruhi terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan dari penelitian ini
adalah ingin mengetahui hubungan sarana sanitasi lingkungan dengan kejadian demam
berdarah dengue (DBD) Di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Metode Penelitian:Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan
desain penelitian analitik observasional melalui pendekatan Case Control. Sampel pada
penelitian ini yaitu sebesar 92 respon dengan 46 kasus dan 46 kontrol. Teknik yang digunakan
pengambilan data yaitu dengan cara wawancara dan observasi menggunakan instrumen lembar
kuesioner dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Statistic chisquare.
Hasil: Tidak ada hubungan antara Sarana air bersih dengan kejadian Demam Berdarah Dengue
(DBD) P= 1,000, Sarana jamban dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) P= 0,676
Sarana pembuangan air limbah dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) P=0,505,
Sarana pembuangan sampah dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) P= 0,449
Kesimpulan:Tidak ada hubungan antara sarana sanitasi lingkungan dengan kejadian demam
berdarah di Kecamatan Ambarawa KabupatenSemarang.
Kata Kunci: Sarana Air Bersih, Sarana Jamban, Sarana Pembuangan Air Limbah, Sarana
Pembuangan Sampah, Kejadian Demam Berdarah Dengue.