DETAIL DOCUMENT
PENGELOLAAN RISIKO PERDARAHAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RUANG DADAP SEREP RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ervinda Faradiana, Dyah
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2023-11-16 03:11:09 
Abstract :
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit menular akibat virus dengue yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang ditandai dengan gejala klinis utama yaitu demam tinggi, manifestasi perdarahan, hepatomegali dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan (Dengue Shock Syndrom) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan risiko perdarahan pada anak usia sekolah dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di ruang Dadap Serep RSUD Pandan Arang Boyolali. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan metodologi keperawatan diantaranya pengkajian, penegakan diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi keperawatan. Pengelolaan pencegahan perdarahan dilakukan selama 3 hari pada pasien. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Implementasi yang dilakukan yaitu resiko perdarahan dengan memonitor koagulasi, memonitor tanda tanda vital, memonitor tanda dan gejala perdarahan, mempertahankan bed rest selama perdarahan, menjelaskan tanda dan gejala perdarahan, menganjurkan menggunakan kaus kaki saat ambulasi, menganjurkan meningkatkan asupan makanan dan vitamin K, menganjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan, mengkolaborasikan pemberian obat saat terjadi perdarahan. Hasil pengelolaan yang didapatkan tidak ada perdarahan yang keluar tubuh, sudah tidak demam tinggi, dan hasil pemeriksaan laboratorium trombosit 21000 /µL, dari hasil di atas membuktikan bahwa implementasi yang dilakukan pada pasien secara sudah teratasi sebagian. Saran bagi orang tua agar bisa lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya perdarahan pada DHF, sehingga dapat berperan aktif dalam penanganan pertama di rumah. Jika anak mengalami demam lebih dari 3 hari sesegera mungkin untuk melakukan cek laboratorium, menganjurkan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dan membatasi aktivitas anak (bed rest). 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo