Abstract :
Halusinasi adalah bentuk persepsi yang melibatkan indera yang tidak
dirangsang oleh reseptornya. Dampak yang ditimbulkan apabila halusinasi tidak
segera ditangani yaitu pasien mudah bicara sendiri di sudut ruang, bisa tiba-tiba
marah, mengucapkan kata-kata kasar, melukai diri sendiri, memukul barang
disekitarnya, dan melukai diri sendiri maupun orang lain.
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pasien dengan
gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui penerapan strategi
pelaksanaan komunikasi terapeutik halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Pusat Prof. Dr.
Soerojo Magelang.
Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan strategi
pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pasien dengan gangguan persepsi
sensori: halusinasi pendengaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
pendekatan metodologi keperawatan dimulai dari pengkajian, menegakkan
diagnosis keperawatan, penetapan rencana keperawatan, implementasi
keperawatan dan evaluasi keperawatan.
Pengelolaan gangguan persepsi sensori: halusinasi dilakukan selama 3 hari
pada pasien. Dari hasil pengkajian didapatkan data pasien mendengar suara yang
mengatakan untuk menyuruh pulang saja, suara muncul 3 sampai 4 kali, suara
muncul pada saat malam hari dan pada saat pasien sendirian. Pengelolaan
didapatkan cara mengatasi terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi
pendengaran melalui strategi pelaksanaan halusinasi, yaitu strategi pelaksanaan 1
menghardik, strategi pelaksanaan 2 minum obat, dan strategi pelasnanaan 3 bercakap-cakap. Strategi pelaksaan 4 yaitu dengan melakukan kegiatan tidak dilakukan karena pasien sudah dapat melakukan kegiatan sehari-hari selama di Wisma Arimbi seperti menyapu, menyiapkan makan dan mengikuti kegiatan di rehabilitasi yaitu membatik, sehingga hal ini pasien sudah dapat melaksanakannya secara mandiri. Bagi perawat di rumah sakit jiwa agar dapat meningkatkan pendidikankesehatan pada keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada halusinasi selama di rumah.