Abstract :
Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskuler yang
terjadi akibat infark serebral atau kematian jaringan otak. Stroke dapat
menyebabkan gangguan neurologis yang mempengaruhi mobilitas fisik pasien.
Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan
metode pengelolaan deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui convenience
sampling, di mana pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik yang setuju
untuk diwawancarai dan mampu berkomunikasi menjadi subjek penelitian. Data
dikumpulkan melalui pengkajian kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan oleh perawat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengkajian, diagnosa
keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi
keperawatan pada pasien dengan hemiparesis stroke non hemoragik di RSUD
Pandan Arang Boyolali. Penulis menggunakan teknik perpanjangan pengamatan
dan triangulasi sumber informasi untuk memastikan keabsahan data.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan pengelolaan yang
efektif dalam mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke. Penulis
menggunakan latihan Range Of Motion (ROM) sebagai salah satu intervensi
keperawatan yang efektif untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien. Latihan
ROM dilakukan secara teratur 2 kali sehari dengan durasi 15-35 menit dan
dilakukan selama minimal 4 minggu.
Hasil yang didapatkan yaitu masalah gangguan mobilitas fisik belum
teratasi dikarenakan latihan ROM pasif yang dilakukan selama 3 hari pengelolaan
didapatkan hasil kekuatan otot tangan kanan yang sebelumnya 2 menjadi 3 dan
kaki kanan yang sebelumnya 1 menjadi 3.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
meningkatkan pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien hemiparesis
stroke non hemoragik di RSUD Pandan Arang Boyolali. Dengan memberikan
perawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat memperoleh pemulihan yang
optimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah stroke.