Abstract :
Terjadinya gangguan integritas kulit pada DM diawali dengan
adanya hiperglikemia pada penyandang DM yang menyebabkan kelainan
neuropati dan kelainan pada pembuluh darah. Neuropati sensorik, motoric dan
autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan kulit dan otot yang
menyebabkan terjadinya perubahan tekanan akan mempermudah terjadinya ulkus
diabetik. Luka diabetes yang tidak sembuh menjadi fakor resiko infeksi dan
penyebab utama dilakukanya amputasi maupun kematian.
Tujuan : Mampu mendiskripsikan pengelolaan gangguan integritas kulit/jaringan
pada pasien dengan DM Tipe II di Rumah Sakit.
Metode : penelitian menggunakan metode studi kasus dengan cara pendekatan
deskriptif dalam bentuk asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa
data, merumuskan diagnosa, rencana keperawatan / intervensi, implementasi dan
evaluasi dalam penanganan DM Tipe II dengan gangguan integritas kulit.
Hasil : Pengelolaan kerusakan jaringan dilakukan selama 3 hari dengan
melakukan pengkajian, intervensi, dan evaluasi. Intervensi yang telah disusun
meliputi monitor karakteristik luka, perawatan luka, monitor kadar glukosa darah,
anjurkan diet sesuai dengan penyandang DM. Respon hasil pasien mengatakan
nyeri berkurang. pasien tampak lebih segar.
Saran : Diharapkan dapat mengatasi masalah gangguan integritas kulit dengan
perawatan luka serta mampu mengontrol gula darahnya secara mandiri untuk
mencegah terjadinya luka gangrene yang baru.