Abstract :
Harga diri rendah adalah perasaan malu atau rendah diri yang diakibatkan
oleh kekurangan diri dan biasanya hasil dari evaluasi negatif terhadap diri sendiri
atau orang lain di lingkungan yang sama. Dampak yang ditimbulkan apabila harga
diri rendah tidak segera ditangani maka dapat mengakibatkan gangguan interaksi
sosial, menarik diri, perubahan penampilan peran, keputusan maupun munculnya
perilaku kekerasan yang beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan.
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pasien dengan
harga diri rendah melalui penerapan strategi pelaksanaan harga diri rendah di
Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan memberikan
pengelolaan berupa perawatan pasien dalam mengatasi harga diri rendah. Teknik
pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan metodologi keperawatan
dimulai dari pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, menetapkan
intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan.
Pengelolaan harga diri rendah dilakukan selama 3 hari pada pasien. Hasil
pengkajian didapatkan data bahwa pasien merasa bingung dan malu, kontak mata
pasien kurang, pasien tampak melamun dan menyendiri. Implementasi untuk
mengatasi harga diri rendah dengan menerapkan strategi pelaksanaan harga diri
rendah, yaitu strategi pelaksanaan 1 mengidentifikasi kemampuan melakukan
kegiatan dan aspek positif pasien, strategi pelaksanaan 2 yaitu mengevaluasi
kegiatan pertama, melatih kegiatan selanjutnya yang sudah direncanakan
sebelumnya dan pemberian obat dilanjutkan strategi pelaksanaan 3 yaitu
mengevaluasi kegiatan kedua dan melatih kegiatan selanjutnya. Evaluasi dari
pengelolaan pasien masalah pasien teratasi ditandai dengan perasaan malu pasien
sudah tidak ada.
Bagi perawat di rumah sakit jiwa agar dapat meningkatkan pendidikan
kesehatan pada keluarga dalam pencegahan kekambuhan pada harga diri rendah di
rumah.