DETAIL DOCUMENT
SKRINING CALON PENGANTIN PEREMPUAN DI UPTD PUSKESMAS SEPINGGAN KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2022
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Sari, Surya
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2023-11-19 02:40:27 
Abstract :
Latar Belakang: Skrining calon pengantin perempuan adalah pemberian edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada calon pengantin perempuan sebelum menikah untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dan terencana. setiap orang tidak semua memiliki riwayat kesehatan yang baik. Pada tahun 2022 terdapat skrining calon pengantin perempuan yang berjumlah 176 responden yang terdapat permasalahan dari pemeriksaan fisik. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan melihat register kartu catin yang mengikuti skrining calon pengantin perempuan di UPTD Puskesmas Sepinggan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Polpulasi 243 responden, sampel 176 responden dan yang tidak bisa dilakukan penelitian sebanyak 67 responden karena petugas laboratorium tidak ada ditempat karena melakukan tugas luar gedung untuk penanganan covid pada saat itu kasus meningkat tahun 2022. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil: Berdasarkan hasil yang dilakukan dengan judul ?Skrining Calon Pengantin Perempuan Di UPTD Puskesmas Sepinggan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur? Golongan darah paling banyak golongan darah O sebanyak 71 (40,3 %) responden, kemudian golongan darah A sebanyak 48 (27,3%) responden, golongan darah B sebanyak 46 (26,1%) respponden, paling sedikit kelompok golongan darah AB sebanyak 11 (6,3%). Riwayat penyakit jantung sebanyak 1 (0,6%) responden dan riwayat penyakit hipertensi sebanyak 1 (0,6%) responden. Dari hasil penelitian riwayat penyakit diabetes, thalasemia dan hemofilia tidak ditemukan pada calon pengantin perempuan. Indeks masa tubuh normal 18,50-24,99 sebanyak 98 (55,7%) responden, diikuti berat badan tingkat berat sebanyak 29 (16,5%), imt kekurangan 17,00-18,49 sebanyak 20 (11,4%) responden, imt Gemuk 25,00-26,99 sebanyak 19 (10,8 %) responden, terendan imt Kurus <17,00 sebanyak 10 (5,7 %) responden. Tekanan darah normal sebanyak 104 (59,1 %) responden, kemudian tekanan darah optimal 44 (25,0 %)responden, diikuti dengan tekanan darah HT1 sebanyak 18 (10,2%)responden, dan HT2 sebanyak 6 (3,4%) responden serta yang terakhir HT3 sebanyak 4 (2,3%) responden. Lila keseluruhan sampel lebih banyak menunjukkan lila yang normal >23,5 sebanyak 150 (85,2 %) responden dan diikuti dengan lila yang kekurangan Energi Kronis sebanyak 26 (14,8 %) responden. VDRL sebanyak 175 (99,4 %) responden dan yang reaktif sebanyak 1 (0,6 %) responden. HBSAG non reaktif sebanyak 173 (98,3%) responden dan yang reaktif sebanyak 3 (1,7 %) responden. HIV non reaktif sebanyak 175 (99,4 %) responden dan reaktif sebanyak 1 (0,6 %) responden. Kadar gula darah sehat atau normal sebanyak 174 (98,9%) responden dan kadar gula darah tinggi dan rendah sama sebanyak 1 (0,6 %) responden. HB normal sebanyak 166 (94,3) responden dan yang kurang sebanyak 10 (5,7 %) responden. Kesimpulan: Dari hasil peneitian yang dilakukan skrining calon pengantin berbagai ragam permasalah kesehatan yang terjadi dan terdapat hasil calon pengantin perempuan terdeteksi VDRL atau sifilis positif 1 responden dan yang terkena HIV 1 responden dari 176 responden yang diteliti ini menunjukkan berbahayanya pergaulan bebas pada wanita yang belum menikah. Maka dari itu wajib dilakukan scrining sebelum dilakukan pernikahan. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo