Abstract :
Latar Belakang : Gastroesophageal Reflux Disease adalah salah satu penyakit saluran cerna
bagian atas yang paling umum, yang menyebabkan refluks asam, mulas, batuk keras, dan asma
yang disebabkan oleh refluks isi saluran cerna bagian atas ke kerongkongan. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pola terapi GERD di instalasi rawat inap Rumah
Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Metode : Menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis deskriptif dan metode
retrospektif berdasarkan data 14 responden. Data penelitian diperoleh berdasarkan penelusuran
rekam medik pasien GERD di Instalasi Rawat Inap di RS Islam Sultan Agung, Semarang.
Hasil : Hasil dari penelitian 14 responden dengan umur lebih dari 17 dengan diagnosis penyerta.
Diberikan terapi pengobatan GERD dengan tingkat terapi pengobatan yang paling banyak
digunakan adalah Omeprazole dengan 2 rute yaitu injeksi intravena 57% dan peroral 29% serta
Ondansetron dengan total peroral 14% dan injeksi intravena 21% serta tidak adanya tambahan
nutrisi parenteral karena diet yang diberikan masih bisa diterima secara peroral.
Kesimpulan : Rata-rata pasien diberikan terapi Omeprazole injeksi intravena dan peroral adalah
86% dan Ondansetron injeksi intravena dan peroral 35% serta tidak adanya tambahan nutrisi
parenteral karena diet yang diberikan masih bisa diterima secara peroral.
Kata Kunci : GERD, PPI, Rekam Medik