Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Adella Sera Febriantari, Venna
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2023-11-20 04:45:23
Abstract :
Latar Belakang: Infeksi saluran kemih adalah istilah yang menggambarkan setiap
infeksi yang melibatkan bagian mana pun dari saluran kemih, yaitu ginjal, ureter,
kandung kemih, dan uretra. Tujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas
penggunaan antibiotik Sefotaksim dan Asam Pipemidat pada pasien infeksi saluran
kemih di Rumah Sakit Dr. Asmir Salatiga.
Metode: Studi observasional dengan rancangan deskriptif analitik. Data yang
diambil secara retrospektif pada rekam medik pasien infeksi saluran kemih di RS
Dr.Asmir Kota Salatiga periode Januari-Desember 2022. Jumlah sampel 60 dengan
total sampling yang memenuhi kriteria penelitian. Analisa data yang digunakan
untuk mengetahui perbedaan dari lama rawat inap dilaksanakan dengan uji post
hoc test Mann-Whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden ISK di RS Dr.Asmir Kota
Salatiga periode Januari-Desember 2022 tertinggi adalah pada kelompok umur 20-
30 tahun (33,33%). Perempuan lebih sering menderita ISK dari pada laki-laki.
Lama rawat inap pasien Sefotaksim adalah 3,86 hari sedangkan yang
menggunakan Asam Pipemidat adalah 3,33 hari dengan nilai p sebesar 0,316.
Kesimpulan: Lama rawat inap pasien ISK dengan terapi antibiotik Asam
Pipemidat lebih singkat dibandingkan terapi antibiotik Sefotaksim serta tidak
terdapat perbedaan antara lama rawat inap dengan antibiotik Sefotaksim dan Asam
Pipemidat.
Kata Kunci: Efektivitas, ISK, Sefotaksim, Asam Pipemidat.