DETAIL DOCUMENT
PENATALAKSANAAN FARMAKOLOGIS, NUTRISI PARENTERAL, DAN DIET PADA PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI RSUD KOTA SALATIGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Khansa Pratiwi, Yasinta
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2023-11-24 03:24:47 
Abstract :
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 3 juta orang di dunia meninggal akibat PPOK setiap tahun. Tujuan : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan penatalaksanaan farmakologis, nutrisi parenteral, dan diet pada pasien PPOK di RSUD Kota Salatiga. Metode : Studi observasional dengan rancangan deskriptif analitik. Data diambil dari rekam medis pasien PPOK rawat inap di RSUD Kota Salatiga periode Januari-Desember 2020 dengan jumlah sampel total adalah 27 pasien. Hasil : Karakteristik pasien PPOK rawat inap di RSUD Kota Salatiga periode Januari-Desember 2020 meliputi usia 56-74 tahun (55,55%), jenis kelamin laki-laki (85,18%), profil pengobatan pasien PPOK rawat inap di RSUD Kota Salatiga meliputi Golongan Bronkodilator (Salbutamol) 25,92%, Agen Mukolitik (N-Acetylsistein) 25,92%, Golongan Kortikosteroid (Budesonide) 51,85%. Diet yang diberikan adala diet ETPT (energi tinggi protein tinggi), nutrisi parenteral tidak diberikan karena pasien memiliki status gizi normal dan masih bisa menerima nutrisi secara oral. Kesimpulan : Obat yang paling banyak digunaan adalah Golongan Bronkodilator (Salbutamol) 25,92%, Agen Mukolitik (N-Acetylsistein) 25,92%, Golongan Kortikosteroid (Budesonide) 51,85%. Nutrisi parenteral tidak diberikan dan diet yang diterapkan adalah diet ETPT. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo