Abstract :
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah
satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, menurut
Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 3 juta orang di dunia meninggal
akibat PPOK setiap tahun.
Tujuan : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan penatalaksanaan
farmakologis, nutrisi parenteral, dan diet pada pasien PPOK di RSUD Kota
Salatiga.
Metode : Studi observasional dengan rancangan deskriptif analitik. Data
diambil dari rekam medis pasien PPOK rawat inap di RSUD Kota Salatiga
periode Januari-Desember 2020 dengan jumlah sampel total adalah 27
pasien.
Hasil : Karakteristik pasien PPOK rawat inap di RSUD Kota Salatiga
periode Januari-Desember 2020 meliputi usia 56-74 tahun (55,55%), jenis
kelamin laki-laki (85,18%), profil pengobatan pasien PPOK rawat inap di
RSUD Kota Salatiga meliputi Golongan Bronkodilator (Salbutamol)
25,92%, Agen Mukolitik (N-Acetylsistein) 25,92%, Golongan Kortikosteroid
(Budesonide) 51,85%. Diet yang diberikan adala diet ETPT (energi tinggi
protein tinggi), nutrisi parenteral tidak diberikan karena pasien memiliki
status gizi normal dan masih bisa menerima nutrisi secara oral.
Kesimpulan : Obat yang paling banyak digunaan adalah Golongan
Bronkodilator (Salbutamol) 25,92%, Agen Mukolitik (N-Acetylsistein)
25,92%, Golongan Kortikosteroid (Budesonide) 51,85%. Nutrisi parenteral
tidak diberikan dan diet yang diterapkan adalah diet ETPT.