Abstract :
Buah bit atau Beta vulgaris L. dikenal memiliki berbagai
manfaat dan mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, steroid, dan
fenol. Senyawa tersebut diduga memiliki kemampuan menghambat radikal bebas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan ekstrak dan sari
buah bit dengan metode FRAP dan DPPH.
Metode : Buah bit diekstraksi dengan metode maserasi dan dilakukan uji
metabolit sekunder secara kualitatif. Uji aktivitas antioksidan ekstrak dan sari
buah bit dilakukan dengan metode FRAP dan DPPH dengan parameter nilai IC 50 .
Uji statistik dengan One Way ANOVA dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan
hasil antar sampel.
Hasil : Rendemen yang dihasilkan sebesar 35,5%. Ekstrak buah bit positif
mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, triterpenoid, steroid, dan fenol. Ekstrak
dan sari buah bit memiliki nilai IC 50 sebesar 2,935±0,081 ppm dan 4,33±0,128
ppm menggunakan metode FRAP serta 14,253±0,181 ppm dan 16,688±0,157 ppm
menggunakan metode DPPH. Nilai IC 50 dianalisis secara statistik dinyatakan
normal dan homogen, serta terdapat perbedaan yang signifikan antara sampel
ekstrak dan sari dengan nilai Sig. 0,000 (p-value < 0,05) dengan metode FRAP
dan DPPH.
Simpulan : Ekstrak dan sari buah bit memiliki aktivitas antioksidan kategori
sangat kuat (IC 50 <50 ppm) dengan metode FRAP dan metode DPPH dengan
perbedaan hasil yang signifikan.