Abstract :
Tingginya penggunaan antibiotik oleh masyarakat dapat
menyebabkan dampak yang besar bagi munculnya penyebaran resistensi
antibiotik. Salah satu cara untuk mengendalikan kejadian resistensi antibiotik
yaitu dengan pengelolaan obat antibiotik dengan tepat melalui gerakan
DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat Desa Gogik terhadap DAGUSIBU
obat antibiotik.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen menggunakan
rancangan one group pretest-posttest dengan pemberian edukasi melalui leaflet.
Subjek penelitian sebanyak 50 responden yang diambil dengan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas
dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat
Kabupaten Semarang sebelum dilakukan edukasi pada kategori baik sebanyak 13
(26,00%) responden, cukup 18 (36,00%) responden, dan kurang 19 (38,00%)
responden, sedangkan setelah edukasi pada kategori baik sebanyak 29 (58,00%)
responden, cukup 16 (32,00%) responden, kurang 5 (10,00%) responden. Hasil uji
Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi yaitu 0,000.
Simpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan masyarakat Desa Gogik
tentang DAGUSIBU obat antibiotik sebelum dan setelah diberikan edukasi
melalui leaflet dengan p value sebesar 0,000 (p < 0,05).