Abstract :
Biji labu kuning memiliki kandungan senyawa metabolit
sebagai antioksidan. Saat ini banyak produk antioksidan yang dikemas
dalam bentuk gummy. Gummy merupakan temuan teknologi baru dari permen
yang memiliki bentuk yang berbeda dan tekstur berbeda. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengevaluasi kandungan senyawa metabolit ekstrak biji labu kuning,
evaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan gummy ekstrak biji labu
kuning.
Metode: ekstrak biji labu kuning, dibuat sediaan gummy dengan konsentrasi 1%,
2%, 4% kemudian dievaluasi mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH,
keseragaman bobot, swelling ratio, sineresis, waktu dispersi, antioksidan
menggunakan metode DPPH. Analisis data menggunakan SPSS versi 26.
Hasil: Hasil skrining fitokimia secara kualitatif, ekstrak labu kuning
mengandung flavonoid, terpenoid dan saponin. Pengujian mutu fisik gummy
ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata) berdasarkan parameter
organoleptik memiliki bentuk kenyal warna hijau, beraroma melon dengan pH
berkisar 4,15-4,17: keseragaman bobot 1,62-10%, swelling ratio 2,381-3,712%,
sineresis 0,192-0,929 %, waktu dispersi 16-28 menit. Aktivitas antioksidan
gummy ekstrak biji labu kuning F1 (1%) 726,46 ppm, F2 (2%) 623,94 ppm, F3 (4)
584,81 ppm. Uji hedonik, panelis menyukai formula gummy F1 dan F2 dari bentuk, rasa
dan bau.
Kesimpulan: Ekstrak biji labu kuning memiliki kandungan flavonoid,
saponin, terpenoid. Sediaan gummy ekstrak biji labu kuning (Cucurbita
moschata) 1-4% memiliki mutu fisik pH, keseragaman bobot, swelling ratio,
sineresis, waktu dispersi memenuhi syarat dan memiliki aktivitas antioksidan
dengan nilai IC 50 tergolong lemah. Formula 1 dan 2 merupakan formula gummy
yang banyak disukai.