Abstract :
Kayu secang (Caesalpinia Sappan L.) dan jahe merah (Zingiber
Officinale Var Rubrum) mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas
antibakteri. Streptococcus mutans merupakan bakteri yang menyebabkan karies
gigi pada manusia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aktivitas antibakteri
ekstrak kayu secang dan jahe merah terhadap bakteri Streptococcus mutans.
Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental yang diawali
dengan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak kemudian
dibuat konsentrasi 0,002%,0,00 4%, 0,006%, 0,008%, 0,1% dan dibuat kombinasi
2:1, 1:2, 1:1. Kontrol positif menggunakan disk amoksisilin dan kontrol negatif
menggunakan aquadest steril, lalu diuji skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri
menggunakan difusi cakram.
Hasil: Metabolit sekunder ekstrak kayu secang dan jahe merah yaitu flavonoid,
saponin, tanin dan alkaloid. Streptococcus mutans pada kombinasi 2:1, 1:2, 1:1.
Pada zona hambat kombinasi ekstrak kayu secang dan jahe merah dengan
kombinasi 2:1 yaitu rata-rata 7,1 mm. Pada zona hambat kombinasi 1:2 yaitu rata-
rata 5,9 mm. Pada kombinasi 1:1 yaitu dengan rata-rata 6,3 mm. Hasil uji SPSS
kayu secang dan jahe merah dengan uji Oneway Anova yaitu p-value > 0,05, yang
artinya terdapat perbedaan tidak signifikan antar kombinasi.
Kesimpulan: Kombinasi terbaik ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan
jahe merah (Zingiber officinale Var Rubrum) dalam menghambat pertumbuhan
bakteri Streptococcus mutans terdapat pada kombinasi 2:1 dengan rata-rata sebesar
7,1 mm. Pemberian ekstrak kayu secang (Caesalpinia Sappan L.) dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan zona hambat
yang lebih baik dibandingakan dengan ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale
Var Rubrum).