Abstract :
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi paru-
paru yang umum yang ditandai oleh kurangnya aliran udara akibat paparan
partikel atau gas berbahaya yang signifikan. Penyakit ini menyebabkan kerusakan
progresif pada paru-paru dan permanen pada struktur paru-paru, yang
menyebabkan gejala sesak napas, batuk, mengi dan produksi dahak. Tujuan
penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat, dan
ketepatan dosis obat yang diberikan kepada pasien PPOK.
Metode: Penelitian observasional disajikan secara deskriptif dengan pendekatan
retrospektif menggunakan catatan rekam medik pasien PPOK RST dr. Asmir
Salatiga periode Januari - Maret 2023. Sebanyak 65 sampel yang dipilih secara
purposive. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel persentase.
Hasil: Gambaran terapi kombinasi kortikosteroid dan bronkodilator kerja lama
(Budesonide dan Formoterol fumarate) sebanyak 73,8%, Xantin (Aminofilin)
sebanyak 46,2%, Agonis ?-2 (Salbutamol) sebanyak 29,2%, dan Mukolitik (N-
asetilsistein) sebanyak 50,4%). Terdapat 47 pasien (72,3%) mendapatkan dosis
yang tepat sesuai literatur dan 18 pasien (27,7%) mendapatkan dosis rendah.
Simpulan: Kombinasi obat golongan kortikosteroid dan bronkodilator kerja lama
(Budesonide dan Formoterol fumarate) 73,8%, N-asetilsistein 50,4%, Aminofilin
46,2%, dan Salbutamol 29,2%.Evaluasi ketepatan dosis obat PPOK diperoleh 18
pasien (27,7%) mendapatkan dosis rendah, dan 47 pasien (72,3%) mendapatkan
dosis yang sesuai dengan literatur.