Abstract :
Buah bit (Beta vulgaris L) merupakan salah satu buah yang
mengandung vitamin C. Vitamin C merupakan senyawa yang tidak stabil, karena
itu kadar vitamin C dapat berkurang oleh beberapa faktor salah satunya perlakuan.
Perlakuan dapat berupa suhu, penyimpanan dan pengolahan. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui kriteria validasi metode secara spektrofotometri UV sudah
memenuhui kriteria atau belum serta mengetahui kadar vitamin C dalam buah bit
berdasarkan perbedaan bentuk sediaan.
Metode : Penelitian dilakukan dengan eksperimental laboratorium, dilakukan
validasi metode dengan parameter yaitu lineraitas, presisi, batas deteksi (LOD) dan
batas kuantitas (LOQ), serta akurasi, kemudian dilanjutkan dengan penetapan kadar
vitamin C secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV.
Hasil: Validasi metode uji linieritas menghasilkan nilai r=0,9993. LOD sebesar
0,4469 ppm, LOQ sebedar 1,4896 ppm, uji presisi (%RSD) 0,406% dan uji akurasi
%recovery pada penambahan baku 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm berturut-turut sebesar
96,24% ; 97,35% ; 97,59%. Panjang gelombang maksimum yaitu pada panjang
gelombang 267 nm dengan persamaan regresi linier y = 0,0553x + 0,1349 diperoleh
kadar vitamin C pada sampel sari, rebusan dan ekstrak berturut-turut sebesar 4,348
± 0,027 mg/100g ; 3,455 ± 0,046 mg/100g ; 37,75 ± 0,28 mg/100g. Hasil uji One-
Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kadar vitamin C
seluruh sampel. Hasil uji lanjut Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan
terdapat pada kelompok sampel ekstrak.
Simpulan : Hasil validasi metode analisis kadar vitamin C dalam sampel buah bit
menggunakan metode spektrofotometri UV memenuhi persyaratan. Kadar vitamin
C pada sampel sari, rebusan dan ekstrak berturut-turut sebesar 4.348 ± 0.027 mg /
100g ; 3.455 ± 0.046 mg/100g ; 37,75 ± 0.28 mg/100g. Analisis statistik
menunjukkan perbedaan signifikan terdapat pada kelompok sampel ekstrak.