DETAIL DOCUMENT
VALIDASI METODE DAN PENETAPAN KADAR VITAMIN C DALAM BERBAGAI SEDIAAN BIT (Beta vulgaris L) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Lestari, Elsa Putri
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2023-12-05 08:03:19 
Abstract :
Buah bit (Beta vulgaris L) merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C. Vitamin C merupakan senyawa yang tidak stabil, karena itu kadar vitamin C dapat berkurang oleh beberapa faktor salah satunya perlakuan. Perlakuan dapat berupa suhu, penyimpanan dan pengolahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kriteria validasi metode secara spektrofotometri UV sudah memenuhui kriteria atau belum serta mengetahui kadar vitamin C dalam buah bit berdasarkan perbedaan bentuk sediaan. Metode : Penelitian dilakukan dengan eksperimental laboratorium, dilakukan validasi metode dengan parameter yaitu lineraitas, presisi, batas deteksi (LOD) dan batas kuantitas (LOQ), serta akurasi, kemudian dilanjutkan dengan penetapan kadar vitamin C secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV. Hasil: Validasi metode uji linieritas menghasilkan nilai r=0,9993. LOD sebesar 0,4469 ppm, LOQ sebedar 1,4896 ppm, uji presisi (%RSD) 0,406% dan uji akurasi %recovery pada penambahan baku 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm berturut-turut sebesar 96,24% ; 97,35% ; 97,59%. Panjang gelombang maksimum yaitu pada panjang gelombang 267 nm dengan persamaan regresi linier y = 0,0553x + 0,1349 diperoleh kadar vitamin C pada sampel sari, rebusan dan ekstrak berturut-turut sebesar 4,348 ± 0,027 mg/100g ; 3,455 ± 0,046 mg/100g ; 37,75 ± 0,28 mg/100g. Hasil uji One- Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kadar vitamin C seluruh sampel. Hasil uji lanjut Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan terdapat pada kelompok sampel ekstrak. Simpulan : Hasil validasi metode analisis kadar vitamin C dalam sampel buah bit menggunakan metode spektrofotometri UV memenuhi persyaratan. Kadar vitamin C pada sampel sari, rebusan dan ekstrak berturut-turut sebesar 4.348 ± 0.027 mg / 100g ; 3.455 ± 0.046 mg/100g ; 37,75 ± 0.28 mg/100g. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan terdapat pada kelompok sampel ekstrak. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo