Abstract :
Kubis putih mengandung nitrit yang bersifat berbahaya jika
dikonsumsi melebihi ADI. Proses pemasakan seperti dimasak yang terlalu lama
atau menggunakan suhu tinggi dapat meningkatkan kadar nitrit. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis pengaruh lama perebusan terhadap kadar nitrit
dalam kubis putih dan validasi metodenya.
Metode : Kubis putih yang didapatkan dari Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten
Semarang dipreparasi dengan 3 perlakuan yang berbeda yaitu, tanpa perebusan,
direbus 5 menit dan 15 menit. Penetapan kadar dilakukan dengan metode
spektrofotometri visibel menggunakan pereaksi griess. Hasil diolah menggunakan
SPSS guna melihat apakah ada pengaruh kadar nitrit pada kubis putih dengan 3
perlakuan berbeda.
Hasil : Panjang gelombang maksimum nitrit yaitu 543,5 nm dan memiliki
persamaaan regresi linier y = 0,1946x + 0,0912. Kadar nitrit dalam mg/kg
diperoleh berturut-turut pada sampel kubis putih tanpa perebusan, perebusan 5
menit dan perebusan 15 menit adalah sebesar 51,204 ± 0,046; 1,445 ± 0,0055 ;
1,838 ± 0,015. Validasi metode uji linieritas menghasilkan nilai r = 0,9993. Nilai
uji akurasi (%Recovery) sebanyak 3 replikasi penambahan baku 1,4 ppm berturut-
turut adalah 89,214% ; 88,071% ; 88,143%, adapun penambahan baku 1,8 ppm
berturut-turut adalah 94,5% ; 93,6678% ; 93,389% serta penambahan baku 2,2
ppm berturut-turut adalah 96,454% ; 96% ; 96%. Hasil uji presisi (%RSD) sebesar
0,34%; LOD sebesar 0,091 ppm ; LOQ sebesar 0,305 ppm.
Simpulan : Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa semakin lama kubis putih
direbus, maka semakin tinggi kadar nitrit, namun hasil masih masuk dalam
rentang ADI. Validasi metode spektrofotometri visibel yang digunakan memenuhi
persyaratan validasi parameter linieritas, presisi dan akurasi dengan nilai LOD
sebesar 0,091 ppm, LOQ sebesar 0,305 ppm.