Abstract :
Terbentuknya plak pada gigi merupakan akibat dari kebersihan mulut
yang tidak dirawat dengan baik. Streptococcus mutans merupakan salah satu contoh
bakteri yang mengakibatkan terjadinya karies pada gigi. Daun kemangi (Ocimum
basilicum L) mengandung senyawa yang dapat digunakan sebagai aktivitas antibakteri
sehingga dapat diformulasikan sebagai sediaan pasta gigi herbal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa daun kemangi sebagai aktivitas
antibakteri dan mengetahui karakteristik sifat fisik dan stabilitas penyimpanan pasta gigi
yang baik dan stabil selama penyimpanan.
Metode : Sampel daun kemangi diperoleh dari desa Jimbaran. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi, dilanjutkan uji metabolit sekunder pada ekstrak, kemudian
dilakukan pembuatan formulasi pasta gigi. Evaluasi fisik pasta gigi yang dilakukan
meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan cycling
test selama 6 siklus.
Hasil : Dari penelitian ini diperoleh kandungan metabolit sekunder pada daun kemangi
mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin. Pasta gigi berbentuk semi
padat, berwarna hijau mint, bau khas, rasa manis, dan homogenitas, sentrifugasi dan
cycling test menunjukkan tidak terjadi perubahan organoleptis atau pemisahan sediaan,
rentang pH pasta gigi 6,95-7,45, rentang daya sebar 5,16-6,38 cm, rentang daya lekat
1,6-2,5 detik, viskositas 35.220-48.150 cps.
Kesimpulan : Daun kemangi memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang
bisa digunakan sebagai aktivitas antibakteri sehingga dapat diformulasikan sebagai
sediaan pasta gigi. Pasta gigi yang dibuat sudah memenuhi standar mutu yang
ditetapkan, dari segi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya
sebar dan cycling test.