Abstract :
Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menetralkan agen
radikal bebas. Senyawa ini bekerja dengan mendonorkan elektron untuk mencapai
bentuk yang stabil. Daun salam merupakan tanaman yang berasal dari alam yang
memiliki aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah
maserasi dan sokletasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aktivitas
antioksidan ekstrak daun salam berdasarkan nilai IC 50 dan perbedaan signifikan
aktivitas antioksidan ekstrak daun salam menggunakan metode maserasi dan
sokletasi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstraksi yang
digunakan adalah metode maserasi dan sokletasi. Analisis kandungan metabolit
sekunder menggunakan metode warna dan uji aktivitas antioksidan menggunakan
metode DPPH 0,4 mM dengan konsentrasi 10, 15, 20, 25 dan 30 ppm. Analisis
hasil menggunakan spss versi 26.
Hasil: Ekstrak daun salam menggunakan metode maserasi dan sokletasi
mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan fenol. Uji
aktivitas antioksidan menggunakan metode maserasi dengan konsentrasi 10, 15, 20,
25 dan 30 ppm rata-rata %inhibisinya sebesar 31,83%, 38,63%, 45,44%, 52,51%,
59,45%, sedangkan pada metode sokletasi rata-ratanya sebesar 30,06%, 37,00%,
43,67%, 51,02 dan 57,82%. Nilai IC 50 pada metode maserasi dan sokletasi sebesar
23,20 ppm dan 24,37 ppm. Hasil uji statistika menggunakan tukey LSD.
Kesimpulan: Aktivitas antioksidan ekstrak daun salam dengan metode maserasi
dan sokletasi didapatkan nilai IC 50 23,20 ppm dan 24,37 ppm, termasuk dalam
kategori sangat kuat. Terdapat perbedaan signifikan aktivitas antioksidan antara
maserasi dan sokletasi.