Abstract :
Telah banyak pasien diabetes yang menggunakan pengobatan
komplementer dan herbal sebagai tindakan penanganan selain menggunakan obat
konvensional, karena pandangan yang salah akan pengobatan konvensional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku, menganalisis faktor-
faktor yang mempengruhi dan mencari hubungan faktor-faktor dengan perilaku
pasien DM di wilayah Kabupaten Semarang terhadap pengobatan herbal dan
komplementer.
Metode: Desain penelitian ini adalah mix method (kuantitatif dan kualitatif).
Metode penelitian menggunakan cross sectional analitik. Sampel penelitian
sebanyak 67 responden, penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2023 di 3
puskesmas Kabupaten Semarang. Pengambilan data menggunakan pengisian
lembar kuesioner dan wawancara kemudian dianalisa hubungannya menggunakan
uji Spearman.
Hasil: Pasien DM 62,69% pernah melakukan praktik pengobatan komplementer
atau herbal. Pasien yang pernah melakukan 100% yakin karena kepercayaan
bahwa herbal dapat menyembuhkan walaupun prosesnya lama, informasi paling
banyak diperoleh dari tetangga, manfaat yang diperoleh paling banyak adalah
badan terasa lebih baik, dan 100% pasien tidak merasakan efek samping. Faktor
yang mempengaruhi ialah faktor jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan,
ekonomi dan lama diabetes. Satu-satunya faktor yang berhubungan dengan
perilaku pasien adalah faktor lama menderita diabetes yaitu dengan nilai Sig. (2-
tailed) adalah 0,032 yaitu < 0,05.
Simpulan: Sebagian besar pasien pernah melakukan praktik pengobatan herbal
dan komplementer, dan mereka yakin dengan pengobatan tersebut, semua
mengakui efek positif yang di dapatkan tanpa efek samping. Faktor yang
mempengaruhi perilaku praktik pengobatan adalah jenis kelamin, umur,
pendidikan, pekerjaan, ekonomi dan lama diabetes. Sedangkan faktor yang
berhubungan dengan perilaku pasien DM ialah lama menderita diabetes.