Abstract :
Bunga brokoli (Brassica oleracea var. italica) merupakan
tanaman yang mengandung metabolit sekunder diantaranya tannin, saponin,
flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan farmakologis diantaraya sebagai
antioksidan. Penyarian metabolit sekunder menggunakan pelarut etanol 96% dan
aseton 95%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksidan
terhadap perbedaan pelarut ekstraksi.
Metode : Bunga brokoli yang menjadi sampel diperoleh dari desa Bandungan.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antioksidan
mengggunakan metode DPPH, diukur absorbansi menggunakan spektrofotometer
UV-Vis.
Hasil : Dari penelitian ini memperoleh %rendemen ekstrak bunga brokoli
menggunakan pelarut etanol 96% sebesar 16,26% dan pelarut aseton sebesar
18,95%, hasil dari identifikasi kualitatif metabolit sekunder menunjukan bahwa
ekstrak bunga brokoli mengandung senyawa tannin,saponin dan flavonoid. Hasil
uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% bunga brokoli didapatkan nilai rata-
rata ± SD pada nilai IC 50 yaitu 122,76 ± 0,207 ppm dan hasil uji aktivitas
antioksidan ekstrak aseton 95% bunga brokoli didapatkan nilai rata-rata ± SD IC 50
ekstrak bunga brokoli yaitu 158,67 ± 1,829 ppm.
Simpulan : Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan aktivitas
antioksidan dengan nilai IC 50 pada ekstrak etanol 96% sebesar 122,76 ± 0,207
ppm dan ekstrak aseton 95% sebesar 158,67 ± 1,829 ppm yang termasuk dalam
antioksidan sedang.