Abstract :
Kandungan nutrisi penting yaitu senyawa antioksidan bahan
alam. Antioksidan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yaitu betasianin dan
antosiani. Tujuan penelitian untuk analisis karakteristik fisik dan IC 50 formula
sediaan sirup dengan perbedaan konsentrasi.
Metode: Peneliatian eksperimental, dengan jumlah 4 sampel dengan teknik
kuantitatif, variable bebas (perbedaan konsentrasi sari buah naga merah tiap
formula) dan variable terikat (karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan).
Analisis SPSS ver 26, uji (One way ANOVA) post hoc LSD, uji Kurskal Wallis
dan uji Man Whitney.
Hasil: Hasil analisis karakteristik fisik uji organoleptis meliputi warna ungu,
aroma khas buah naga merah, (F1) rasa lebih manis, (F2) rasa manis dan (F3) rasa
lebih manis, homogen, pH 4 dan stabil, tidak memisah dengan komponen lain.
Tidak ada perbedaan tiap formula. Uji bobot jenis (F1) 1,322; (F2) 1,327; (F3)
1,330. Viskositas (F1) 45,72 cP; (F2) 47,28 cP; (F3) 49,48 cP. Uji aktivitas
antioksidan sediaan sirup (F1) 48,860 ppm; (F2) 45,154 ppm; (F3) 40,821 ppm
dan sari buah 34,747 ppm naga merah (Hylocereus polyrhizus), kategori nilai IC 50
sangat kuat. Terdapat perbedaan bermakna yang signifikan tiap formula.
Kesimpulan: Konsentrasi sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak
berpengaruh pada karakteristik fisik sediaan sirup sari buah naga, tetapi
berpengaruh pada bobot jenis dan viskositas. Nilai IC 50 sediaan sirup dan sari buah
naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kategori sangat kuat.