Abstract :
Latar Belakang: Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2022, prevalensi
stunting 21,6%. Faktor yang mempengaruhi stunting yaitu asupan energi,
kesesuaian usia pemberian MP-ASI, dan panjang badan lahir. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan asupan energi, kesesuaian usia pemberian MP-ASI,
dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting batita usia 12-35 bulan di Desa
Mojokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi, dengan populasi
batita usia 12-35 bulan di Desa Mojokerto yang berjumlah 163. Teknik sampling
yang dipakai yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 60 batita.
Pengambilan data asupan energi dengan form SQ-FFQ, usia pemberian MP-ASI
dengan wawancara, panjang badan lahir dari buku KIA, tinggi badan dengan
stadiometer, dan panjang badan dengan length board. Analisis data menggunakan
uji koefisien kontingensi (?=0,05).
Hasil: Batita Desa Mojokerto yang mempunyai asupan energi defisit berat sebesar
50%, defisit ringan 18,3%, defisit sedang dan normal masing-masing 15%, dan
asupan berlebih 1,7%. Batita diberikan MP-ASI pada usia yang tidak sesuai 71,7%,
dan diberikan MP-ASI di usia yang sesuai 28,3%. Batita memiliki panjang badan
lahir pendek sebesar 26,7%, sedangkan batita dengan panjang badan lahir normal
73,3%. Batita stunting 30% dan yang tidak stunting 70%. Ada hubungan asupan
energi, dan tidak ada hubungan kesesuaian usia pemberian MP-ASI, dan panjang
badan lahir dengan kejadian stunting di Desa Mojokerto (p=0,039 ; p=0,235 ;
p=0,445 ).
Simpulan: Ada hubungan asupan energi dengan kejadian stunting batita usia 12-
35 bulan di Desa Mojokerto, Tidak ada hubungan kesesuaian usia pemberian MP-
ASI serta panjang badan lahir dengan kejadian stunting batita usia 12-35 bulan di
Desa Mojokerto.
Kata Kunci: Asupan Energi, MP-ASI, Panjang Badan Lahir, Stunting