Abstract :
Latar belakang : Menurut International Diabetes Federation tahun 2021 prevalensi penderita
diabetes melitus pada usia 20-79 tahun di dunia sebesar 10,5% dan diperkirakan akan menjadi
12,2% pada tahun 2045. Peningkatan prevalensi diabetes melitus sejalan dengan prevalensi
obesitas sentral yang merupakan salah satu faktor mayor risiko diabetes melitus. Rasio lingkar
pinggang panggul dapat membantu mengidentifikasi angka kejadian diabetes melitus
berdasarkan kadar glukosa darah.
Tujuan : Menganalisis hubungan Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) dengan Kadar
Glukosa Darah pada Wanita Usia 35-45 Tahun.
Metode : Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel
yang ditentukan menggunakan accidental sampling sejumlah 88 responden. Data yang diambil
meliputi lingkar pinggang, lingkar panggul, dan kadar glukosa darah puasa. Analisis data
menggunakan uji korelasi Rank-Spearman.
Hasil : Rata-rata RLPP pada responden 0.84±0.046. Rata-rata GDP pada responden
100.5±13.9 mg/dL. Terdapat hubungan antara lingkar pinggang panggul dengan kadar glukosa
darah puasa (p value = 0.000; r= 0.628) pada wanita usia 35-45 tahun dan arah korelasi yang
positif menandakan bahwa semakin besar RLPP makan semakin tinggi pula GDP responden.
Simpulan : Terdapat hubungan yang siginifikan antara Rasio Lingkar Pinggang Panggul
(RLPP) dengan Kadar Glukosa Darah Puasa (GDP) pada Wanita Usia 35-45 Tahun di
Kelurahan Sidomulyo.
Kata kunci : Kadar Glukosa Darah Puasa, Rasio Lingkar Pinggang Panggul, Wanita
Kepustakaan : 42 (2009 ? 2023)