Abstract :
Latar Belakang : Pasien tuberkulosis paru rentan mengalami risiko malnutrisi yang
disebabkan oleh kondisi pasien yang mengalami penurunan imunitas tubuh. Asupan
energi yang adekuat bagi pasien rawat diperlukan untuk mencegah penurunan status
gizi dan penurunan kondisi pasien yang dapat mempengaruhi lama hari rawat
inapnya.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara asupan
energi dan status gizi dengan lama hari rawat inap pasien tuberkulosis paru.
Metode : Penelitian ini bersifat korelasi dengan menggunakan pendekatan cross
sectional, teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling yang dilakukan
selama 1 bulan pada pasien tuberkulosis dengan usia 18 ? 65 tahun sebanyak 57
responden di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, instrumen penelitian
menggunakan formulir karakteristik pasien, formulir Recall ? 24 jam, formulir
comstock, formulir antropometri, serta analisis bivariat menggunakan uji spearman.
Hasil : Dari hasil analisis univariat menunjukkan rata - rata asupan energi yaitu
74,79%, rata - rata IMT 17,98 kg/m
2
, dan rata - rata lama rawat inap pasien selama 6
hari, hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan
energi dengan lama rawat inap dimana p value 0,001 dengan koefisinsi korelasi (r = -
0,721) dan terdapat hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap dimana p
value 0,001 dengan koefisinsi korelasi (r = - 0,632).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara asupan energi dan status gizi dengan lama
hari rawat inap pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan
Salatiga.
Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, Asupan energi, Status Gizi, Lama Rawat Inap