Abstract :
Latar Belakang : Stunting merupakan permasalahan gizi utama di dunia saat ini.
Hasil Studi Status Gizi Indonesi (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting tahun
2022 sebesar 21.6%. Tinggi badan ibu, riwayat kekurangan energy kronis (KEK),
dan usia ibu saat hamil merupakan faktor penybab terjadinya stunting. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tinggi badan,
riwayat kekurangan energy kronis (KEK), dan usia ibu saat hamil dengan kejadian
stunting pada batita usia 12-35 bulan di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung,
Kabupaten Sragen.
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi dengan
pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah batita usia (12-35
bulan) berjumlah 163 batita di Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung,
Kabupaten Sragen. Sampel ditentukan dengan menggunakan simple random
sampling sejumlah 60 batita. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan
pengukuran panjang badan/tinggi badan menggunakan alat length board dan
stadiometer. Analisis data menggunakan uji koefisinesi kontingensi (? = 0.05).
Hasil : Prevalensi Stunting 30%. Tidak ada hubungan antara tinggi badan ibu,
riwayat kekurangan energy kronis (KEK) dan usia ibu saat hamil dengan kejadian
stunting (p=0.610, p=0.431, p=0.450).
Simpulan : Tidak terdapat hubungan tinggi badan ibu, riwayat kekurangan
energy kronis (KEK) dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada batita
usia 12-35 bulan di Desa Mojokerto, Kecamata Kedawung, Kabupaten Sragen.
Kata Kunci : Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK), Stunting, Tinggi Badan
dan Usia Ibu Saat Hamil.