Abstract :
Latar Belakang : Perilaku KADARZI berhubungan dengan kejadian stunting
pada baduta, keluarga yang memiliki tingkat pelaksanaan KADARZI yang kurang
baik dapat meningkatkan risiko kejadian stunting sebanyak 20,6 kali, dan Sanitasi
lingkungan yang tidak layak juga berkaitan dengan terjadinya stunting pada balita,
tidak memiliki jamban sehat akan berisiko 3,438 kali, serta sanitasi pembuangan
air limbah rumah tangga yang tidak memenuhi lebih berisiko 3,124 kali. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku keluarga
sadar gizi (KADARZI) dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada
baduta usia 6-23 bulan di Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung.
Metode : Menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan proposional sampling sebanyak 85 baduta. Pengambilan data
dengan kuesioner sanitasi lingkungan dan kuesioner KADARZI, pengukuran PB,
dan observasi. Lokasi penelitian di Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung,
yang dilakukan pada Juni 2023. Analisis data menggunakan uji chi-square (? =
0,05)
Hasil : Prevalensi Stunting di Kecamatan Bansari sebesar 25.9%, dari semua
sampel sebanyak 68.2% belum menerapkan KADARZI serta sebanyak 71.8%
masuk dalam kategori lingkungan tidak sehat. Hasil uji terdapat hubungan antara
perilaku KADARZI serta menjadi factor protektif (p = 0.033, OR = 0.340) dan
terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan serta menjadi factor protektif (p =
0.038, OR = 0.343) dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-23 bulan Di
Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung
Simpulan : Terdapat hubungan antara perilaku keluarga sadar gizi (KADARZI)
dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada baduta usia 6-23 bulan Di
Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung.
Kata Kunci : Perilaku KADARZI, Sanitasi Lingkungan, Stunting, dan Baduta