Abstract :
Latar Belakang : Biskuit merupakan makanan selingan yang terbuat dengan
bahan dasar tepung terigu. Modifikasi olahan biskuit yaitu dengan mengganti
tepung terigu dengan tepung talas Belitung dengan penambahan tepung daging
ikan patin yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan protein.
Tujuan : Mendeskripsikan tingkat kesukaan dan kandungan gizi pada biskuit
tepung talas belitung (Xanthosoma sagittifolium L. Schott) dengan penambahan
tepung daging ikan patin (Pangasius sp.)
Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 3 formulasi yaitu dengan
perbandingan tepung talas Belitung : tepung daging ikan patin F1 = 80%:20%, F2
=70%:30%, dan F3=60%:40%. Uji tingkat kesukaan dilakukan pada 25 panelis
agak terlatih. Analisis uji tingkat kesukaan menggunakan uji deskriptif. Analisis
kandungan gizi berupa protein dengan mikro-kjehdal, lemak dengan metode
soxhlet, karbohidrat dengan method by difference, dan kadar air dengan
gravimetri.
Hasil : Formulasi biskuit dengan tingkat kesukaan tertinggi yaitu F2 dengan hasil
analisis deskriptif 71,45% menggunakan perbandingan tepung talas Belitung 70%
dan tepung daging ikan patin 30%. Kandungan gizi biskuit per-100 gram yaitu
energi 450,6 kkal, protein 8,93 gram, lemak 14,5 gram, karbohidrat 70,9 gram,
dan kadar air 2,1%.
Simpulan : Formulasi terbaik biskuit adalah F2 dengan komposisi tepung talas
Belitung 70 gram dan tepung daging ikan patin 30 gram. Kandungan energi
biskuit dapat memenuhi 16,68% kebutuhan energi harian anak usia 1-3 tahun.
Kata Kunci : Biskuit, Kandungan Gizi, Tepung Daging Ikan Patin, Tepung Talas
Belitung, Tingkat Kesukaan