Abstract :
Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan
global yang meningkat setiap tahun dan menyebabkan kematian. Di Indonesia, PPOK
mencapai 3,7% didominasi laki-laki. Status gizi pasien PPOK kurang karena nafsu makan
menurun. Status gizi pasien PPOK kurang bahkan malnutrisi, hal ini disebabkan pasien PPOK
sering mengalami penurunan berat badan yang drastis. Selain peningkatan penyakit PPOK,
terjadi peningkatan lama hari rawat inap pada pasien PPOK setiap tahun.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dan status gizi
dengan lama rawat inap pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) di Rumah Sakit Paru
dr. Ario Wirawan Salatiga.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional
analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan
teknik accidental sampling disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi, memperoleh hasil
sebanyak 59 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasional dan
data rekam medis. Analisis data menggunakan uji spearman.
Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara asupan energi dengan lama
rawat inap dengan (p-value=0,001 < 0,05), dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan
lama rawat inap (p-value=0,252 > 0,05).
Simpulan : Ada hubungan antara asupan energi dengan lama rawat inap dimana apabila asupan
energi menurun maka lama rawat inap meningkat dan tidak ada hubungan antara status gizi
dengan lama rawat inap dimana apabila status gizi menurun maka lama rawat inap juga
menurun.
Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK), asupan energi, status gizi, lama rawat
inap.