Abstract :
Latar belakang: Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya kadar
gula darah penderita diabetes melitus tipe 2 adalah distres oleh lemahnya
sensitivitas insulin akibat tingginya kadar hormon kortisol, sehingga penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat distres dengan luaran klinis
pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wilayah Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan korelasi (correlational research) dengan
metode kuantitatif dan pendekatan studi cross sectional. Sampel berjumlah 64
responden, penelitian dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2023. Data yang
digunakan berupa hasil pengisian kuesioner DDS-17 dan data HBA1c.
Hasil: Pengukuran tingkat distres pasien secara urut diperoleh hasil dengan
kategori tidak distres/normal sebanyak 10,94%; sedang 42,18%; berat 46,87%,
dengan pengendalian HBA1c terkendali 15,7%; tidak terkendali 84,4%. Hasil
penelitian tingkat distres dengan HBA1c dengan pengujian Spearman diperoleh
nilai P-value 0,000 < 0,05 dan correlation coefficient 0,602.
Simpulan: Rata-rata pasien mengalami distres kategori berat. Data pengujian
Spearman menunjukan hubungan yang kuat antara tingkat distres dengan
HBA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wilayah Kabupaten
Semarang.
Kata Kunci: Distres, HBA1c, Diabetes Melitus