Abstract :
Latar Belakang: Saat ini terdapat 2 klasifikasi IMT yaitu IMT WHO dan Asia
Pasifik yang memiliki standar klasifikasi yang berbeda. Oleh karena itu penting
untuk menentukan ketepatan penggunaan IMT WHO dan Asia Pasifik untuk
skrining.
Tujuan: Untuk mengetahui validitas Indeks Massa Tubuh (IMT) WHO dan Asia
Pasifik dalam memprediksi hipertensi pada wanita usia 19 ? 54 tahun di Perusahaan
Garmen
Metode: Jenis penelitian diagnostik menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasi wanita yang bekerja di Pabrik X (19-54 tahun). Lokasi penelitian di
Perusahaan Garmen. Teknik sampling dengan simple random sampling sebanyak
180 wanita. Data yang di ambil berupa pengukuran tinggi badan menggunakan
stadiometer, berat badan menggunakan timbangan berat badan dan tekanan darah
menggunakan tensimeter digital. Analisis data menggunakan sensitivitas dan
spesifisitas dengan kurva ROC.
Hasil: Responden memilki rata rata IMT 24,75 Kg/m2
. Hasil prevalensi gizi lebih
menurut IMT WHO 30,6%. Sedangkan IMT Asia Pasifik 87,8%. Responden
tergolong hipertensi 85% dan tidak hipertensi 15%. Hasil kurva ROC terkait IMT
86,6% artinya IMT baik untuk skrining hipertensi. IMT Asia Pasifik memiliki
sensitivitas lebih tinggi yaitu (95,4%) dibandingkan IMT WHO (35,9%).
Simpulan: IMT Asia Pasifik menunjukkan sensitivitas lebih sesuai dibanding IMT
WHO. IMT Asia Pasifik cocok digunakan untuk skrining hipertensi pada wanita
dewasa.
Kata Kunci : Hipertensi, IMT Asia Pasifik, IMT WHO
Kepustakaan : (2014 ? 2023)