Abstract :
Latar belakang : Aplikasi pemesanan makanan online saat ini sedang diminati oleh
kalangan masyarakat terutama mahasiswa. Kinerja layanan dan kemudahan akses
menjadikan aplikasi tersebut semakin banyak digunakan namun, layanan ini cenderung
menyediakan berbagai jenis makanan yang secara gizi terbilang kurang sehat yang
berkaitan dengan asupan makan. Aplikasi pemesanan makanan online dapat
memberikan dampak yang baik maupun buruk, tergantung bagaimana penggunanya
memanfaatkan.
Tujuan : Mengetahui hubungan frekuensi pemesanan makanan online dengan asupan
energi, lemak dan serat pada mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo.
Metode : Penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan
crossectional. Teknik pengambilan sampel dengan propotional random sampling
berjumlah 100 responden. Pengambilan data asupan energi, lemak dan serat dengan
cara wawancara FFQ Semi Kuantitatif dan frekuensi pemesanan makanan online
diambil dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis data menggunakan uji
korelasi Spearman (? = 0,05).
Hasil : Hasil uji frekuensi pemesanan makanan online dengan asupan energi, lemak
dan serat, dapat disumpulkan bahwa frekuensi pemesanan makanan online
berhubungan dengan asupan energy (p = 0.027, r = 0.221), lemak (p = 0.027, r = 0.222)
sedangkan pada asupan serat tidak terdapat hubungan (p = 0.221, r = 0.112).
Simpulan : Terdapat hubungan antara frekuensi pemesanan makanan online dengan
asupan energi dan lemak dengan korelasi positif yang menandakan semakin sering
frekuensi pemesanan makanan online maka asupan energi dan lemak akan meningkat,
sedangkan pada serat tidak terdapat hubungan dengan korelasi negatif yang
menandakan semakin sering frekuensi pemesanan makanan online maka asupan serat
semakin rendah.
Kata kunci : Frekuensi pemesanan makanan online, asupan energi, asupan lemak,
asupan serat
Kepustakaan : 34 (2010-2023)