Abstract :
Latar Belakang : Horok-horok merupakan makanan khas dari Jepara yang
dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Horok-horok dapat dimodifikasi menjadi
tepung yang dapat dimanfaatkan untuk membuat produk makanan yang memiliki
gizi tinggi berbahan pangan lokal dan mengurangi penggunaan tepung terigu karena
tepung horok-horok yang bahan dasarnya tepung sagu aren memiliki serat yang
lebih tinggi jika dibandingan dengan tepung terigu. Salah satu olahan yang bisa
dibuat dari teoung horok-horok yaitu cookies.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan dan
kandungan serat pada cookies berbahan dasar tepung horok-horok.
Metode : Penelitian ini merupakan experiment desain. Uji tingkat kesukaan
menggunakan kuesioner dengan 25 subjek panelis tidak terlatih dengan
membandingkan cookies berbahan dasar tepung horok-horok dengan cookies
berbahan dasar tepung terigu, uji kandungan serat menggunakan metode gravimetri.
Analisis data menggunakan Microsoft office exel kemudian dideskripsikan.
Hasil : Tingkat kesukaan cookies berbahan dasar tepung horok-horok pada indiktor
rasa sebesar 64,8%, warna 60,4%, aroma 64%, tektur 69,6%, dan rata-rata tingkat
kesukaan 64,5%. Sedangkan tingkat kesukaan cookies berbahan dasar tepung
horok-horok pada indiktor rasa sebesar 79,2 %, warna 71,2%, aroma 64%, tektur
69,6%, dan rata-rata tingkat kesukaan 71 %. Kandungan zat gizi pada cookies
berbahan dasar tepung horok-horok yaitu energi 366,75%, lemak 0,67%, protein
7,64%, karbohidrat 82,54%, dan serat 1,04%.
Simpulan : Tingkat kesukaan pada indiktor rasa sebesar 64,8%, warna 60,4%,
aroma 64%, tektur 69,6%, dan rata-rata tingkat kesukaan 64,5% dan kandungan
serat sebesar 1,04% per 100 gram, sehingga 50 gram cookies memenuhi 1,5%
kebutuhan sehari orang dewasa.
Kata kunci : horok-horok, cookies, tingkat kesukaan, serat
Kepustakaan : 53 pustaka