Abstract :
Latar belakang : Dimsum merupakan makanan selingan yang banyak ditemukan dan digemari
oleh kalangan masyarakat karena bentuknya yang unik serta penampilannya yang menarik.
Melihat kandungan protein ikan gabus yang cukup tinggi tetapi kurang digemari oleh masyarakat
dikarenakan pengolahannya yang monoton, perlu pengembangan produk yang dapat dijadikan
inovasi untuk meningkatkan nilai fungsional serta kandungan gizi. Salah satu pangan lokal yang
bisa ditambahkan adalah kacang hijau yang dibuat tepung.
Tujuan : Mengetahui formulasi dimsum berdasarkan uji tingkat kesukaan dan mendeskripsikan
kandungan gizi berupa energi, protein, lemak dan karbohidrat.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental membuat dimsum ikan gabus dengan
penambahan tepung kacang hijau dengan 3 formulasi yaitu formulasi I (90% : 10%), formulasi II
(70% : 30%) dan formulasi III (50% : 50%). Analisis protein menggunakan metode kjeldahl,
analisis lemak menggunakan metode Soxhlet dan analisis karbohidrat menggunakan luff-schoorl
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan rata-rata paling banyak penerimaan pada
parameter warna, aroma, rasa, tekstur didapatkan hasil paling tinggi pada formulasi I yaitu 75%
dibandingkan rata-rata presentase formula II 64.8% dan formula III 61.8%. Kandungan gizi F1
berdasarkan hasil analisis didapatkan kandungan energi 188.8 kkal, protein 10.3gram, lemak 1.8
gram dan karbohidrat 32.6 gram
Simpulan : Dimsum formulasi 1 merupakan formulasi terbaik yang paling disukai dengan nilai
kandungan gizi melebihi batas SNI
Kata Kunci :Dimsum, ikan gabus, tepung kacang, tingkat kesukaan, kandungan gizi