Abstract :
Pencapaian target terapi pasien diabetes melitus (DM)
dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan pasien
tentang penyakit dan tatalaksana pengobatnnya. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien DM dengan kadar
HbA1c dan gula darah puasa (GDP).
Metode :Penelitian ini merupakan deskriptif korelasional, yang dimana
penelitian ini menelaah hubungan antara dua variabel pada suatu situasi
atau kelompok subjek pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan
cross sectional. Sebanyak 60 respon yang diteliti dan telah memenuhi
syarat kriteria inklusi dan eklusi. Penelitian ini juga menggunakan instrumen
DKQ24 untuk mengukur tingkat pengetahuan. Data tingkatpengetahuan, kadar
HbA1c dan GDP dianalisis menggunakan Spearman test corellation.
Hasil : Penelitian menunjukan bahwa sebanyak 22 pasien laki ? laki dan 38
pasien perempuan. Tingkat pengetahuan pasien pada kategori baik sebanyak10%,
kategori cukup sebanyak 36% dan kategori kurangsebanyak 53%. Gambaran
kendali HbA1c sebanyak53,33% terkendali dan 46,67% tidakterkendali.
Gambaran kendalikadar GDP sebanyak8,33% terkendali dan 91,67% tidak
terkendali. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat
kontrol HbA1c dengan tingkat pengetahuan (p-value 0,617) dan tidak terdapat
hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kontrol GDP (p-value0,089).
Simpulan : Berdasarkan hasil uji statistik tidak terdapat hubunganantaratingkat
pengetahuan dengan tingkat kontrol HbA1c maupunGDP.