DETAIL DOCUMENT
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) DENGAN METODE DPPH BERDASARKAN PERBEDAAN PELARUT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Eklemis Batukh, Yandri
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2023-12-22 01:20:13 
Abstract :
Biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) memiliki kandungan senyawa metabolit sebagai antioksidan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan adalah tingkat kepolaran pelarut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis senyawa metabolit dan aktivitas antioksidan ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) berdasarkan perbedaan pelarut. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan sampel ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) yang diperoleh melalui proses maserasi menggunakan variasi pelarut dari polar sampai non polar (etanol 96%, etilasetat, n-heksan). Skrining senyawa metabolit dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif (KLT). Aktivitas antioksidan diperoleh dari nilai % inhibisi dan IC 50 ketiga ekstrak dan sebagai pembanding yaitu kuersetin. Hasil: Hasil analisis senyawa metabolit secara kuantitatif dan kualitatif menunjukan adanya senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid dalam ketiga ekstrak. Nilai IC 50 pada ekstrak etanol 96% sebesar 536,43 µg/mL , ekstrak etil asetat sebesar 532,54 µg/mL dan ekstrak n-heksan sebesar 518,89 µg/mL. Kesimpulan: Terdapat perbedaan aktivitas antioksidan pada ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata D.) yang diekstraksi menggunakan tiga jenis pelarut berbeda, yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC 50 secara berturut-turut adalah 536,43 µg/mL, 532,54 µg/mL, dan 518,89 µg/mL. Selain itu, ekstrak juga mengandung berbagai senyawa metabolit seperti flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo