Abstract :
Kulit kering didefinisikan sebagai hilangnya atau berkurangnya
kadar kelembaban pada stratum corneum. Prevalensi xerosis di Indonesia
mencapai 50%-80%. Biji pinang (Areca catechu L.) mengandung flavonoid yang
memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang mampu melembabkan kulit.
Peningkatan aktivitas biji pinang sebagai pelembab kulit dapat diformulasikan
menjadi sediaan emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
formulasi sediaan emulgel ekstrak biji pinang terhadap stabilitas fisik dan
keefektifan emulgel.
Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental secara in vivo pada kulit
responden dengan 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol, F1 konsentrasi
1%, F2 2% dan F3 3%. Pengujian stabilitas emulgel dilakukan dengan metode
cycling test pada suhu 4?C dan 40?C selama 6 siklus, meliputi uji organoleptis,
homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, pH dan uji sentrifugasi. Uji
efektivitas emulgel ekstrak biji pinang dilakukan uji iritasi dan uji kelembaban
pada kulit responden selama 14 hari.
Hasil: Pengujian stabilitas fisik emulgel berdasarkan parameter organoleptik
(warna, bau dan bentuk), homogen, viskositas 4523-5224 cps, daya lekat 1,65-
1,98 detik, daya sebar 5,87-5,98 cm, pH 5,28-5,73, setelah uji sentrifugasi tidak
terjadi pemisahan fase emulsi dan gel. Sediaan emulgel ekstrak biji pinang (Areca
catechu L.) konsentrasi kontrol, 1%, 2% dan 3% tidak menimbulkan eritema dan
oedema pada kulit responden dan terjadi kenaikan persentase kelembaban kulit
antara sebelum dan sesudah pemakaian emulgel ekstrak biji pinang (Areca
catechu L.) selama 14 hari.
Kesimpulan: sediaan emulgel ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) memiliki
stabilitas fisik yang baik berdasarkan parameter uji, tidak menimbulkan iritasi
pada kulit dan memiliki aktivitas meningkatkan kelembaban pada kulit responden.