Abstract :
Penelitian ini menganalisis pengobatan dan efek samping
antiretroviral pada pasien HIV di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah
Semarang. Virus HIV merusak kekebalan tubuh dan menginfeksi sel darah putih.
Obat antiretroviral digunakan untuk menurunkan risiko penularan HIV,
menghambat infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup pasien, dan
mengurangi viral load hingga tak terdeteksi.
Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan
observasional deskriptif cross-sectional. Data dari 30 pasien HIV di Rumah Sakit
Roemani Muhammadiyah Semarang (2018-2023) dianalisis melalui Microsoft
Excel.
Hasil: menunjukkan mayoritas pasien pria (83%), usia 46-55 tahun (97%), dan
pengobatan kurang dari 1 tahun (33%). Tuberculosis Paru sebagai infeksi
oportunistik (26%). Rejimen dominan TDF + 3TC + EFV (53%) dengan efek
samping paling banyak yaitu mual dan demam (36%). Beberapa pasien
mengalami perubahan rejimen, dengan pengganti rejimen terbanyak yaitu TDF +
3TC + EFV berubah menjadi TDF + 3TC + DTG.
Kesimpulan: Mayoritas pasien HIV di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah
Semarang menggunakan rejimen TDF + 3TC + EFV, dengan efek samping mual
dan demam akibat obat kombinasi TDF + 3TC + EFV.