DETAIL DOCUMENT
PENGARUH PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hesti Handayani, Febi
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2024-01-12 01:48:20 
Abstract :
Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan salah satu buah yang mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, senyawa flavonoid pada buah bit memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan pelarut ekstraksi terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak buah bit. Metode : Ekstraksi buah bit menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Uji flavonoid total dengan AlCl 3 menggunakan konsentrasi 60 ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm, 100 ppm. Aktivitas antioksidan metode DPPH dengan konsentrasi 4 ppm, 5 ppm, 6 ppm, 7 ppm, 8 ppm menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Uji SPSS flavonoid total menggunakan T-Test dan aktivitas antioksidan menggunakan Anova. Hasil : Rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 34,23%, dan ekstrak etanol 96% sebesar 16,97%, kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% sebesar 47,76 mgQE/g dan ekstrak etanol 96% sebesar 45,01 mgQE/g. Nilai IC 50 ekstrak etanol 70% sebesar 5,246 ppm dan IC 50 ekstrak etanol 96% sebesar 5,849 ppm. Hasil SPSS menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dengan hasil p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh perbedaan pelarut pada kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan. Pelarut yang paling optimal untuk mendapatkan hasil flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak buah bit adalah etanol 70% 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo