Abstract :
Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan salah satu buah yang
mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, senyawa flavonoid pada
buah bit memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh perbedaan pelarut ekstraksi terhadap kadar flavonoid total
dan aktivitas antioksidan ekstrak buah bit.
Metode : Ekstraksi buah bit menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol
70% dan 96%. Uji flavonoid total dengan AlCl 3 menggunakan konsentrasi 60
ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm, 100 ppm. Aktivitas antioksidan metode DPPH
dengan konsentrasi 4 ppm, 5 ppm, 6 ppm, 7 ppm, 8 ppm menggunakan
spektrofotometri UV-Vis. Uji SPSS flavonoid total menggunakan T-Test dan
aktivitas antioksidan menggunakan Anova.
Hasil : Rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 34,23%, dan ekstrak etanol 96%
sebesar 16,97%, kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% sebesar 47,76 mgQE/g
dan ekstrak etanol 96% sebesar 45,01 mgQE/g. Nilai IC 50 ekstrak etanol 70%
sebesar 5,246 ppm dan IC 50 ekstrak etanol 96% sebesar 5,849 ppm. Hasil SPSS
menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid total
dan aktivitas antioksidan dengan hasil p-value 0,000 < 0,05.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh perbedaan pelarut pada kadar flavonoid total
dan aktivitas antioksidan. Pelarut yang paling optimal untuk mendapatkan hasil
flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak buah bit adalah etanol 70%