Abstract :
Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan,
namun dapat dikontrol dan ditangani untuk mempertahankan asma yang
terkontrol. Tingkat kontrol asma yang rendah dapat mempengaruhi kualitas hidup
pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kontrol asma dengan kualitas hidup pasien asma.
Metode: Penelitian ini dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Pati
menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross
sectional yang bersifat prospektif dengan teknik total sampling. Pengambilan data
menggunakan kuesioner Asthma Control Test untuk mengukur tingkat kontrol
asma dan Mini-Asthma Quality of Life Questionnaire untuk mengukur kualitas
hidup pasien asma dengan jumlah sampel 44 responden. Data yang didapatkan
diolah secara statistik dengan mengunakan uji Spearman Rank dengan taraf
kepercayaan 95%.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien asma dengan asma
tidak terkontrol sebesar 27 (61,4%) pasien, 16 (36,4%) pasien memiliki asma
terkontrol sebagian, dan 1 (2,3%) dengan asma terkontrol penuh. Diperoleh
sebagian besar pasien dengan kualitas hidup sedang sebanyak 24 (54,5%) pasien,
pasien dengan kualitas hidup buruk sebanyak 19 pasien (43,2%), dan 1 (2,5%)
pasien dengan kualitas hidup baik. Hasil statistik uji Spearman Rank nilai
koefisien korelasi (r) 0.713 dengan nilai signifikansi sebesar (p) 0.000.
Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kontrol asma
dengan kualitas hidup pasien asma di Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Pati.