Abstract :
Biji pinang (Areca catechu L.) mengandung senyawa flavonoid
yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta bisa melembabkan kulit sehingga
dapat diformulasikan dalam bentuk antioksidan topikal seperti emulgel. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis metabolit sekunder dalam ekstrak biji pinang,
menganalisis kadar flavonoid total serta potensi aktivitas antioksidan ekstrak dan
emulgel ekstrak biji pinang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan ekstraksi
maserasi. Ekstrak dilakukan skrining fitokimia kemudian diformulasikan menjadi
4 formula emulgel yaitu F0, F1 konsentrasi 1%, F2 konsentrasi 2% dan F3
konsentrasi 3%. Uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis, pH, viskositas, daya
sebar dan daya lekat setiap minggu selama 3 minggu. Penetapan kadar flavonoid
total dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak serta sediaan emulgel biji pinang
menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Data hasil penelitian dianalisis statistik
menggunakan SPSS.
Hasil: Kandungan metabolit sekunder pada ekstrak biji pinang adalah flavonoid,
alkaloid, triterpenoid, steroid, tanin dan saponin. Sediaan mengalami perubahan
pada uji stabilitas fisik 3 minggu tetapi masih memasuki rentang persyaratan uji
fisik emulgel. Rata-rata kadar flavonoid total (mgQE/g) dari ekstrak biji pinang,
emulgel F1, emulgel F2 dan emulgel F3 berturut-turut sebesar 29,702±0,175,
15,965±0,202, 20,880±0,177, dan 26,262±0,134. Rata-rata nilai IC 50 (ppm) dari
ekstrak biji pinang, emulgel F1, emulgel F2 dan emulgel F3 berturut-turut sebesar
22,592±0,133, 40,233±0,331, 38,261±0,111 dan 33,808±1,080.
Simpulan: Kadar flavonoid total tertinggi diperoleh dari ekstrak biji pinang
(29,702±0,175 mgQE/g) dan emulgel F3 (26,262±0,134 mgQE/g). Aktivitas
antioksidan ekstrak, emulgel F1, emulgel F2 dan emulgel F3 termasuk kategori
sangat kuat.