Abstract :
Hipertensi adalah tekanan darah yang tidak normal dengan
angka sistolik dan diastolik lebih besar dari 140/90 mmHg. Pola makan adalah
pengaturan konsumsi gizi yang seimbang dan yang diperlukan oleh tubuh.
Kepatuhan minum obat adalah perluasan dari perilaku minum obat, mengikuti diet
tertentu dan mengubah gaya hidup sesuai dengan rekomendasi yang telah
disepakati dengan ahli kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis hubungan pola makan dan kepatuhan konsumsi obat terhadap
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang
periode Februari 2023.
Metode: Pengambilan data menggunakan metode kuesioner. Pengambilan sampel
menggunakan teknik Accidental Sampling, jumlah sampel yang digunakan yaitu
37 responden. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil: Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebanyak 24,32% responden dan
perempuan sebanyak 75,67% responden. Usia 46-65 sebanyak 62,16%
responden. Tingkat pendidikan SD sebanyak 45,94% responden. Jenis pekerjaan
ibu rumah tangga sebanyak 56,75% responden. Hasil kuesioner berdasarkan pola
makan dengan kategori paling banyak yaitu tidak baik, dan berdasarkan
kepatuhan konsumsi obat dengan kategori paling banyak yaitu tidak patuh.
Berdasarkan hasil uji non parametrik spearman?s rho pada pola makan terhadap
tekanan darah diperoleh P-value >0,05, dengan nilai Correlation Coefficient
0,209. Sedangkan kepatuhan konsumsi obat terhadap tekanan darah diperoleh P-
value >0,05, dengan nilai Correlation Coefficient -0,025.
Simpulan: Tidak ada hubungan antara pola makan terhadap tekanan darah
dimana P-value > 0,05 dengan tingkat Correlation Coefficient sedang dan searah.
Kemudian tidak ada hubungan antara kepatuhan konsumsi obat terhadap tekanan
darah dimana P-value > 0,05 dengan Correlation Coefficient tidak searah.