DETAIL DOCUMENT
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MOUTHWASH MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP Streptococcus mutans
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Anhuma Turaya, M. Ridho
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2024-01-29 08:07:38 
Abstract :
Obat kumur adalah konsentrasi encer larutan antibakteri yang digunakan untuk melawan mikroba oral, melawan infeksi oral, pembersih, untuk menghilangkan bau mulut segar dan antiseptik. Kulit jeruk nipis merupakan salah satu bahan alam yang kaya akan kandungan antibakteri. Tujuan penelitian yaitu menganalisis mutu fisik dan aktivitas dan potensi daya hambat antibakteri dari mouthwash minyak atsiri dan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Streptococcus mutans. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan uji mutu fisik meliputi uji sentrifugasi, organoleptis, pH, viskositas dan antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Streptococcus mutans dalam formula dari mouthwash minyak atsiri dan ekstrak kulit jeruk nipis dengan masing-masing konsentrasi yaitu : formula 1 (1%), formula 2 (2%), formula 3 (3%), kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil uji mutu fisik dan antibakteri terhadap Streptococcus mutans dilihat berdasarkan analisis data menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh sedian mouthwash minyak atsiri dan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan variasi konsentrasi 1%,2%, dan 3% memiliki warna berturut-turut kekuningan, kuning, kuning pekat pada ekstrak. Sedangkan pada minyak atsiri kuning, kuning kecoklatan, coklat dengan aroma khas dan jernih. Uji pH dan viskositas memenuhi rentang persyaratanyang berlaku. Hasil uji antibakteri mouthwash menghasilkan rata-rata pada konsentrasi 1%, 2% dan 3% yaitu 3,65 mm, 3,97 mm, 5,82 mm pada minyak atsiri sedangkan pada mouthwash ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) tidak dapat menghambat Streptococcus mutans. Kesimpulan: Sediaan mouthwash minyak atsiri dan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan konsentrasi 1%, 2% dan 3% dilihat dari diameter zona hambat memiliki aktivitas yang lemah dan sedang pada mouthwash minyak atsiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sedangkan pada mouthwash ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) tidak terdapat diameter zona hambat. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo