Abstract :
Buah bit (Beta vulgaris L) merupakan tanaman yang
mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas farmakologis.
Kandungan flavonoid salah satunya dipengaruhi oleh perbedaan metode ekstraksi.
Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total ekstrak
buah bit dengan metode ekstraksi maserasi dan digesti.
Metode: Simplisia buah bit, diekstraksi menggunakan metode maserasi dan
digesti. Uji kualitatif flavonoid dengan menggunakan uji warna dan KLT.
Penentuan flavonoid total secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-
Vis. Analisis data menggunakan software SPSS
Hasil: Rendemen ekstrak hasil metode maserasi 3 hari dan 5 hari sebesar 24,66%
dan 24,88%. Rendemen ekstrak dengan metode digesti 3 jam dan 6 jam sebesar
10,06% dan 16,59%. Hasil uji kualitatif dengan metode KLT dari sampel
ekstraksi metode maserasi 3 hari dan 5 hari serta sampel ekstraksi metode digesti
3 jam dan 6 jam, diperoleh nilai Rf kuersetin 0,80 dan nilai Rf pada ekstrak 0,41
(senyawa vitexin/iso-orientin), Rf 0,65, Rf 0,68 dan Rf 0,80. Hasil uji kuantitatif
penetapan kadar flavonoid total pada metode ekstraksi maserasi selama 3 hari dan
5 hari sebesar 61,40 mg/gram dan 67,62 mg/gram, serta hasil ekstraksi dengan
metode digesti selama 3 jam dan 6 jam sebesar 64,45 mg/gram dan 73,32
mg/gram. Hasil uji SPSS dengan uji Post Hoc Test menunjukkan nilai signifikansi
(sig) 0,000.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan, karena pada uji post hoc test
menunjukkan nilai signifikansi (sig) 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya
terdapat perbedaan signifikan antara kadar flavonoid pada hasil ekstraksi metode
maserasi 3 hari dan 5 hari dengan ekstraksi metode digesti 3 jam dan 6 jam.