Abstract :
Stretch mark muncul pada masa kehamilan karena kulit
mengalami peregangan. Pada masa kehamilan terdapat berbagai macam tanda
yang mempengaruhi atau berhubungan dengan bentuk kulit dari seorang wanita
yang sedang hamil salah atunya adalah munculnya stretch mark. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian
stretch mark pada ibu hamil di Puskesmas Bergas.
Metode : Desain penelitian ini korelatif. Populasi dalam penelitian ini semua ibu
hamil yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Bergas yaitu sebanyak 111
orang dengan sampel sebanyak 87 oramg yang diambil dengan teknik purposive
sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner.
Data di analisis menggunakan uji statistik chi square dengan menggunakan soft
ware program pengolahan data SPSS.
Hasil : Usia kehamilan ibu hamil di Puskesmas Bergas dengan usia kehamilan 24-
30 minggu sebanyak 30 dari 87 responden (34.5%) dan usia kehamilan 31-40
minggu sebanyak 57 dari 87 responden (65.5%), tingkat keparahan stretch mark
ibu hamil di Puskesmas Bergas dengan kategori ringan sebanyak 12 dari 87
responden (13.8%) dan kategori parah sebanyak 47 dari 87 responden (49.3%).
Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian
stretch mark pada ibu hamil di Puskesmas Bergas dengan p value sebesar 0,223 >
? (0,05).
Saran : Sebaiknya ibu hamil lebih aktif menggali informasi tentang faktor
penyebab munculnya stertch mark selama kehamilan terutama yang berkaitan
dengan usia kehamilan.